Minggu, 06 November 2016

SAHABAT TIDAK MENGKAFIRKAN KELOMPOK SESAT

SAHABAT TIDAK MENGKAFIRKAN KELOMPOK SESAT ABU HASAN~313 Bagaimana bisa seorang muslim memvonis kafir, syirik, murtad, dan bid’ah terhadap orang yang tidak sependapat?! Bahkan andai bisa, mereka akan membunuh orang yang tidak sependapat dengan cara yang paling buruk! Para sahabat dan tabi’in mencela prilaku kalangan Khawarij dan semacamnya. Mereka menggunakan ayat-ayat yang diturunkan terkait orang-orang kafir lalu mereka terapkan secara semena-mena, fanatik, berlebihan, dan ekstrim terhadap orang-orang yang mengatakan, “La ilaha illallah,” Seperti yang dinukil Al-Bukhari dari Ibnu Umar dan lainnya dalam bab; khawarij. Mereka menyatakan bahwa kita saat ini hidup di masa jahiliyah yang lebih buruk dari jahiliyah sebelumnya (Silahkan membaca buku Ahlul Qiblat). Meski demikian, kami ingin menyampaikan kepada mereka ini (mereka adalah cucu-cucu Khawarij. Bahkan mereka lebih teliti dalam perilaku berlebihan, kebodohan, ekstrimisme dan penyimpangan), “Kakek-kakek atau para imam kalian dulu mengkafirkan Sayyidina Utsman, Sayyidina Ali, Mu’awiyah dan para pengikutnya. Menghalalkan darah dan harta benda mereka, menjadikan negeri kaum muslimin sebagai negeri harbi –kafir- sehingga mereka menghalalkan darah, kehormatan, dan harta benda di sana, seperti yang kalian lakukan. Mereka menyatakan bahwa Sayyidina Ali dan Mu’awiyah menyekutukan Allah, mereka menerapkan ayat-ayat yang turun berkenaan dengan orang-orang musyrik dan kafir kepada orang-orang muslim seperti yang sudah kami katakan sebelumnya. Hingga kini mereka masih berbuat seperti itu. Padahal Ali berkata kepada mereka, ‘Kami tidak akan memulai peperangan terhadap kalian, kami tidak melarang kalian untuk mendatangi masjid-masjid Allah.’ Ali tidak mengkafirkan mereka yang mengkafirkannya. Tidak pula seorang sahabat atau tabi’in pun yang mengkafirkan mereka. Lantas bagaimana kalian memvonis siapa yang tidak melakukan sedikit pun dari hal itu sebagai orang kafir, musyrik, paganis, murtad, dan zindiq?!” Sulit rasanya kita terima bahwa para pengkafir umat Islam ini sebagai pengikut salaf, para panitia kenerakaan ini mengklaim sebagai penerus perjuangan sahabat! Kecuali jika yang mereka maksud salaf adalah KHAWARIJ. STOP SUKA MENUDUH UMAT ISLAM DENGAN TUDUHAN KEJI, SEBAB ITU SIFAT KHAWARIJ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ َ Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu,... (Qs: At-Taubah: 12) Di dalam Tafsir Ibnu Katsir di jelaskan tentang tafsir ayat ini : Qatadah dan lain-lainnya mengatakan, yang dimaksud dengan Aimmatal kufri(para pemimpin orang-orang kafir), seperti Abu Jahal. Atabah, Syaibah, Umayyah bin Khalaf, serta sejumlah tokoh kafir Qurais yang lain. وعن مصعب بن سعد بن أبي وقاص قال : مر سعد برجل من الخوارج ، فقال الخارجي : هذا من أئمة الكفر . Dikisahkan dari Mus'ab bin Sa'ad bin abi Waqas, bahwa Sa'ad bin Abi Waqas berjumpa dengan seorang dari kalangan Khawarij. Maka orang Khawarij itu berkata ; orang ini termasuk aimatul kufri. فقال سعد : كذبت ، بل أنا قاتلت أئمة الكفر . Sa'ad menjawab; Kamu dusta, bahkan aku telah memerangi aimmatal kufri. رواه ابن مردويه . Diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih. Suka menuduh umat islam dengan tuduhan keji semisal Kafir, Syirik, Bid'ah, menyembah kuburan dan lain sebagainya. Ini merupakan perbuatan yang keji. Hobi menuduh dengan tuduhan keji merupakan sifat dari ciri-ciri dari kaum khawarij, dan kaum khawarij dalam banyak riwayat dan fakta sejarah sangat aktif melemparkan tuduhan-tuduhan keji kepada para sahabat Nabi ﷺ Mari kita Kembali ke pada ajaran Al-Quran dan As-Sunnah yang Hanif dan jangan kembali kepada Ajaran khawarij yang Angkara Murka. والله المستعان...