Senin, 07 November 2016

PERINGATAN UNTUK MEREKA

PERINGATAN BAGI ALIRAN YANG MENGKAFIRKAN AYAH BUNDA NABI Disebutkan didalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Hafidh Abu Ya'la dalam kitab Musnad-nya dengan sanad jayyid. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " إن مما أتخوف عليكم رجل قرأ القرآن ، حتى إذا رؤيت بهجته عليه وكان ردء الإسلام اعتراه إلى ما شاء الله ، انسلخ منه ، ونبذه وراء ظهره ، وسعى على جاره بالسيف ، ورماه بالشرك " Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya diantara hal yang saya takutkan terhadap kalian adalah seorang lelaki yang pandai membaca Al-Qur’an, sehingga kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dapat diresapinya dalam sikap dan perbuatan, kemudian dia ditimpa sesuatu yang dikehendaki oleh Allah, maka dia menanggalkan Al-Qur’an. Dan Al-Qur'an ia lemparkan dibelakang punggungnya, kemudian dia menyerang tetangganya dengan senjata dan menuduhnya telah berbuat syirik. Imam Ibnu Hibban dan Imam Al-bazzar juga meriwayatkan hadits yang semisal. :loudspeaker: Catatan Sahabat : Pada hadits diatas sangat jelas disebutkan bahwasanya Rasulullah ﷺ khawatir terhadap munculnya orang-orang yang pandai membaca Al-Qur’an, sehingga kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dapat diresapinya dalam sikap dan perbuatan-nya kemudian orang tersebut ditimpa sesuatu yang dikehendaki oleh Allah ﷻ , maka dia melepaskan diri dari Al-Qur’an, dan Al-Qur'an ia lemparkan di belakang punggungnya" Coba kita perhatikan secara detail hadits ini dan coba kita renungi apa yang terjadi pada zaman sekarang ini, berapa banyak bermunculan orang-orang dengan semboyan Al-Qur’an, dakwahnya Al Qur’an, radio nya Al Qur’an , telivisinya Al Qur’an, kajianya Al-Qur’an, segala sesuatu baik sikap dan perbuatannya selalu dikaitkan dengan Al-Qur’an , namun mereka menanggalkan Al-Qur’an dan mereka lemparkan Al-Qur'an kebelakang punggung mereka. Contoh dan bukti nyata yang sedang ramai terjadi sehingga menimbukan gelombang penolakan demi penolakan secara masif disetiap daerah dan wilayah di seluruh Indonesia, yaitu munculnya aliran yang mengkafirkan ayah bunda Nabi Muhammad ﷺ. Aliran yang mengkafirkan ayah bunda Nabi Muhammad ﷺ sangat jelas sekali mereka melemparkan Al-Qur'an kebelakang punggung mereka, sebab di dalam Al-Qur'an sangat jelas adanya masa fatrah(masa kekosongan dari utusan/nabi/rasul) seperi di sebutkan pada ayat: Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari'at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul/masa fatrah agar kamu tidak mengatakan: "Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan". Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.(Qs: Al-Mā'idah:19) Pada ayat lain di jelaskan betapa pentingnya seorang utusan/nabi/rasul agar Allah ﷻ tidak menurunkan adzabnya. "Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya, untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim." [QS. Asy-Syu'ara': Ayat 208-209] Ayat ini semakna dengan ayat: "Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul". (Qs. Al-Isra: 15) Allah ﷻ yang Maha Rahman, Maha Rahim, Maha Adil, Maha bijaksana tidak mungkin menyiksa hambanya tanpa alasan. Maha tinggi dan maha suci Allah ﷻ dari sifat kedzaliman dan aniaya. Jadi Sangat jelas dan terang bahwa definisi masa Fatrah bersumber dari Al-Quran. Dalam hadits riwayat imam Bukhari disebutkan bahwa "Masa fatrah (tidak ada risalah/wahyu dari Allah) antara Nabi 'Isa 'alaihis salam dan Nabi Muhammad ﷺ adalah enam ratus tahun". (HR. Bukhari: 3654) Jadi telah jelas bahwasanya aliran takfiri yang mengkafirkan Ayah bunda nabi Muhammad ﷺ kongkrit seperti apa yang di khawatirkan oleh nabi Muhammad ﷺ yaitu munculnya orang-orang yang pandai dan cinta terhadap Al-Qur'an namun mereka lemparkan Al-Qur'an di belakang punggung mereka. وربنا الرحمن المستعان ....