Senin, 07 November 2016

IMAM BUKHARI MENTAHRIF AL-QUR'AN 1

BANTAHAN TERHADAP TUDUHAN BAHWA IMAM BUKHARI MENTAHRIF AL-QUR'AN. Bagian: 1 Tuduhan Pertama: di katakan bahwa Imam Bukhari mentahrif Ayat 214 Surah asy Syu’ara. Mari kita lihat hadits-nya secara lengkap berikut : عن ابن عباس قال : لما أنزل الله ، عز وجل : ( وأنذر عشيرتك الأقربين ) ، أتى النبي - صلى الله عليه وسلم - الصفا فصعد عليه ، ثم نادى : " يا صباحاه " . فاجتمع الناس إليه بين رجل يجيء إليه ، وبين رجل يبعث رسوله ، فقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : " يا بني عبد المطلب ، يا بني فهر ، يا بني لؤي ، أرأيتم لو أخبرتكم أن خيلا بسفح هذا الجبل ، تريد أن تغير عليكم ، صدقتموني ؟ " . قالوا : نعم . قال : " فإني نذير لكم بين يدي عذاب شديد " . فقال أبو لهب : تبا لك سائر اليوم ، أما دعوتنا إلا لهذا ؟ وأنزل الله : ( تبت يدا أبي لهب وتب ) . Dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa ketika diturunkan, ayat "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat". (Asy-Syu'ara': 214) Maka Nabi ﷺ mendatangi Bukit Safa, lalu menaikinya dan berseru, "Hai orang-orang yang ada di pagi hari ini!" Maka orang-orang berkumpul di hadapannya, ada yang datang langsung dan ada yang hanya mengirimkan orang suruhan-nya. Lalu Rasulullah ﷺ berseru: "Hai Bani Abdul Muttalib, hai Bani Fihr, hai Bani Luay, bagaimanakah menurut kalian jika aku katakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda musuh di bukit ini akan menyerang kalian, apakah kalian akan mempercayaiku?" Mereka menjawab, "Iya, kami percaya." Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang keras." Maka Abu Lahab berkata, "Celakalah kamu sepanjang hari ini, apakah engkau memanggil kami untuk tujuan ini?" Kemudian Allah menurunkan ayat, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan sesungguhnya dia akan binasa" (Al-Lahab: 1). [Hadits riwayat Imam Bukhari] Sagat jelas dan terang bahwa tidak ada indikasi bahwa imam Bukhari mentahrif ayat 214 Surah asy Syu’ara, jadi tuduhan tahrif terbantahkan dengan sendirinya oleh teks komplit hadits-nya. Bahkan hadits ini juga di riwayatkan oleh Imam Muslim, imam Ahmad dan Imam Tirmidzi serta Imam Nasa'i. Tuduhan Kedua: di katakan bahwa Imam Bukhari mentahrif Ayat 79 Surah Al Kahfi Dikatakan bahwa Kata ﻭَﺭﺍﺀَﻫُﻢ diganti oleh imam bukhari dengan kata ﺃَﻣﺎﻣَﻬُُﻢْ sementara kata ﺳَﻔِﻴْﻨَﺔٍ disifati dengan kata ﺻﺎﻟِﺤَﺔٍ . Sungguh lucu dan menggelikan sekali jika hal ini dikatakan tahrif, bacaan seperti ini merupakan Qiraat Ahad Ibnu Abbas, periwayatan-nya Sahih namun secara ahad, qiraat seperti ini berbeda dengan ijma' dan tidak mutawatir, jadi tidak bisa dan sangat salah jika disebut tahrif. Bersambung... وربنا الرحمن المستعان ...