Senin, 07 November 2016

MENCARI BERKAH DIMAKAM PARA WALI

MENCARI BERKAH DIMAKAM PARA WALI, SYIRIK KAH? ABU HASAN 313 Ketika Amirul Mukminin Umar bin Al-Khatthab RA akan meninggal dunia, ia berkata kepada putranya Abdullah, “Pergilah datangi Ummul Mukminin Aisyah RA, lalu katakanlah kepadanya, ‘Umar menyampaikan salam kepadamu’ dan jangan kau katakan Amirul Mukminin, sebab aku pada hari ini bukan lagi Amirul Mukminin. Katakanlah kepadanya, ‘Umar bin Al-Khatthab meminta izin dikuburkan bersama kedua sahabatnya.’” Lalu Abdullah mendatangi Aisyah dan meminta izin menemuinya sambil mengucap salam. Kemudian Abdullah masuk menemui Aisyah, sementara saat itu Aisyah sedang menangis. Lalu Abdullah berkata, “Umar menyampaikan salam kepadamu dan meminta izin dikuburkan bersama kedua sahabatnya.” Maka Aisyah menjawab, “Tadinya aku menginginkannya untuk diriku. Tapi hari ini aku lebih mendahulukannya (Umar) dari diriku.” Saat kembali, ada yang mengatakan kepada Umar, “Ini Abdullah telah datang.” Lantas Umar berkata, “Angkatlah aku.” Lalu seorang lelaki menyandarkannya kepadanya (Abdullah). Setelah itu Umar berkata, “Apa yang kau bawa?.” Abdullah menjawab, “Yang kau inginkan hai Amirul Mukminin, kau diizinkan.” Lalu Umar berkata, “Al-Hamdulillah, tak ada sesuatu yang paling penting bagiku selain dari itu. Jika aku telah meninggal dunia, maka bawalah aku ke sana. Kemudian ucapkanlah salam dan katakan Umar meminta izin. Jika dia (Aisyah) mengizinkanku, maka bawalah aku masuk. Jika dia menolakku, maka bawalah aku ke perkuburan kaum muslimin.” HR Bukhari (1392) Sayyida Umar melakun hal ini untuk mengais berkah dari Rasulullah SAW padahal beliau telah wafat. Ini bertentangan dengan pernyataan orang yg mengatakan bahwa orang mati tidak ada manfaat. Imam Syafi'i RA berkata," Sungguh aku mengambil berkah dari Abi Hanifah, aku mendatangi kuburannya setiap hari, jika aku mempunyai hajat maka aku shalat dua rakaat, lalu aku meminta pada Allah agar dikabulkan hajatku di kuburannya, maka tak lama dari itu Allah mengabulkan hajatku. Tarikh Baghdad karya Imam al-Hafidh al-Baghdadi 1/123. Al-Hasan bin Ibrahim al-Khallal salah seorang imam Madzhab Hanbali berkata," Tak pernah aku menginginkan sesuatu lalu aku mendatangi makam Musa al-Kadhim lalu aku bertawasul padanya, kecuali Allah telah permudah segala keinginanku. Lihat Tarikh Baghdad (1/120) Ibnu Jauzi dalam kitab al-Hishn al-hashin berkata," Telah aku coba betapa doa itu mustajab di kuburan orang2 shalih. Asy-Syaukani juga menyetujui dalam kitab Tuhfatudz dzakirin, hal 46. Adz-dzahabi dalam kitab siyar a'lam annubala 9/34 menjelaskan tentang keberkahan kuburan Ma'ruf al-Karkhi. Jika para sahabat dan muhadditsin melakukan hal itu, dan mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, mengapa masih banyak orang bodoh yang menganggap pencari berkah sebagai penyembah kubur? Padahal jauh lebih bijak jika mereka bisa menghargai pendapat para ulama yang karyanya dipakai oleh muslimin di seluruh dunia. Cobalah menghargai para hafidh yang sudah meghafal 100.000 hadits sekalipun mereka tidak bergelar LC dan tidak mudah mengkafirkan orang lain... والله أعلم....