Minggu, 06 November 2016

KHAWARIJ TAKFIRI MENGKLAIM SEBAGAI AHLUSUNNAH

Al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Abu Sa’id Al-Khudri ra., ia berkata: بَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْسِمُ ذَاتَ يَوْمٍ قِسْمًا فَقَالَ ذُو الْخُوَيْصِرَةِ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ اعْدِلْ قَالَ وَيْلَكَ مَنْ يَعْدِلُ إِذَا لَمْ أَعْدِلْ فَقَالَ عُمَرُ ائْذَنْ لِي فَلْأَضْرِبْ عُنُقَهُ قَالَ لَا إِنَّ لَهُ أَصْحَابًا يَحْقِرُ أَحَدُكُمْ صَلَاتَهُ مَعَ صَلَاتِهِمْ وَصِيَامَهُ مَعَ صِيَامِهِمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمُرُوقِ السَّهْمِ مِنْ الرَّمِيَّةِ “Suatu ketika Nabi SAW. membagi-bagikan harta rampasan perang, kemudian Dzul Huwaishirah –seseorang dari Bani Tamim- bilang, ‘Wahai Rasulullah, berlakulah secara adil.’ Rasulullah SAW. bersabda, ‘Celaka kamu, siapa lagi yang adil jika aku tidak berlaku adil?’ Umar berkata, ‘Izinkan saya memenggal lehernya.’ Beliau berkata, ‘Jangan, ia memiliki pengikut, shalat dan puasa kalian tidak berarti jika dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka. Mereka terlepas dari agama seperti anak panah terlepas dari busur’.” Dzul Huwaishirah adalah orang yang muncul dari timur seperti yang akan dijelaskan dalam hadits Ahmad berikutnya. Perhatikan sikap tidak sopan, kasar dan sifat kerasnya terhadap Rasulullah SAW., selanjutnya perhatikan kaum Khawarij di zaman kita sekarang, maksudnya Wahabiyah, Anda pasti menemukan kesamaan sifat, seperti tidak sopan, kasar dan keras. Al-Bukhari meriwayatkan dari Suwaid bin Ghafalah, ia berkata, “Ali ra. berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW. Bersabda: يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ ‘Di akhir zaman nanti, muncul suatu kaum, mereka berusia muda, akal mereka bodoh, menirukan kata-kata manusia terbaik, mereka terlepas dari islam seperti anak panah terlepas dari busur. Iman mereka tidak malampaui tenggorokan’.” Perhatikan ciri-ciri yang disebut dalam hadits ini, setelah itu perhatikan ciri-ciri Khawarij saat ini, bukan sifat-sifat tersebut persis seperti sifat-sifat mereka? Perhatikan sabda Nabi SAW., “Menirukan kata-kata manusia terbaik,” dan perhatikan pernyataan dan klaim mereka berpegang teguh pada kitab, sunnah dan salaf. Al-Allamah Ibnu Abidin menyebutkan dalam Al-Hâsyiyât, karya monumentalnya, bukti bahwa mereka adalah Khawarij dan pantas disebut seperti itu adalah keyakinan mereka yang mengkafirkan siapapun yang menentang. Seperti yang terjadi di masa sekarang ini pada para pengikut Ibnu Abdul Wahhab yang muncul dari Najd dan menguasai Haramain (Makkah dan Madinah). Kesan buruk yang terjadi pada umat Islam di dunia ini adalah ulah Khawarij takfiri dan segala pendukungnya. Mereka menganut madzhab Hanabilah, hanya saja mereka berkeyakinan menganggap diri mereka muslim dan siapapun yang menentang keyakinan mereka, musyrik. Karena keyakinan ini, mereka membolehkan membunuh ahlussunnah, membantai ulama ahlussunnah. SABAR DALAM MENGHADAPI CELA-AN DAN VONIS KAUM KHAWARIJ Sabar dan membantah dengan hikmah dan hujjah, adalah salah satu metode efektif dalam menghadapi cela-an dan vonis dari kaum khawarij atau kaum yang serupa dengan khawarij yang ada di zaman ini, kaum yang suka sekali menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis untuk mencela dan menvonis bid'ah,sesat ,syirik, kuburiyun bahkan kafir kepada umat islam. Resep sabar dan membantah dengan hikmah dan hujjah, Hal ini telah di contohkan oleh salaf-salaf kita yang shalih dalam menghadapi kaum khawarij yang extreme . Seperti yang di Riwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan kisahya di abadikan dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Ar-Rum. Di kisahkah pada saat Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه sedang mengerjakan shalat Subuh, datang seorang lelaki Khawarij dan menyeru seraya mengutip ayat: لئن أشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (Qs: Az-Zumar: 65) Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه menjawabnya dengan membacakan ayat, yang dibaca dalam shalatnya: فاصبر إن وعد الله حق ولا يستخفنك الذين لا يوقنون Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.(Ar-Rum: 60). Semoga kita di berikan kesabaran dalam menghadapi kaum yang serupa dengan khawarij yang ada di zaman ini. والله المستعان...